4 Fungsi Alat Ukur Moisture Meter yang Perlu Anda Pahami

Moisture Meter

Moisture meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kadar air atau tingkat kekeringan pada suatu benda. Jika biasanya alat ukur dipakai untuk keperluan industry, alat ukur ini lebih banyak digunakan untuk perkebunan, pertanian atau yang berhubungan dengan tanaman.

Seperti pengertiannya yaitu alat untuk mengukur kandungan air atau kekeringan pada suatu benda, maka hubungannya lebih banyak untuk kepentingan pertumbuhan tanaman dibanding lainnya. Namun bukan berarti tidak bisa dipakai untuk mengukur kadar air benda lainnya.

Setelah memahami apa saja jenisnya, Anda harus tahu lebih dalam lagi tentang fungsi alat ukur kadar air ini. Sehingga Anda bisa memaksimalkan fungsinya dalam kehidupan sehari-hari. Di bawah ini merupakan beberapa fungsinya.

Inilah Berbagai Fungsi Alat Ukur Moisture Meter

Mengukur kandungan air sangat penting dalam proses penanaman dan panen. Mungkin Anda pernah mendengar kandungan air berlebihan pada tanaman tertentu akan membuat kualitasnya tidak bagus. Sehingga harus ada tindakan yang dapat mengurangi kadar airnya tersebut.

Cara kerja moisture meter adalah dengan termogravimetri atau kondukmetri. Jika dengan metode termogravimetri maka cara kerjanya adalah menimbang kandungan air, kemudian dilakukan pemanasan dan pendinginan. Selisih berat setelahnya adalah nilai kadar airnya. 

Sedangkan jika memakai metode kondukmetri, cara kerjanya adalah dengan mengandalkan listrik dalam pengukuran. Anda bisa memilih bagaimana cara kerjanya dengan memilih jenisnya. Tersedia jenis pin dan pinless dengan kelebihannya masing-masing.

Kebanyakan orang memakai jenis pin untuk kegiatan perkebunan karena tingkat akurasinya lebih tinggi. Jenis pin biasanya memiliki metode termogravimetri. Metode ini yang membuat akurasi dalam pengukuran kandungan air menjadi lebih akurat, karena terdapat pin pada alatnya.

Sedangkan jika memakai jenis pinless, cara kerjanya adalah memakai metode kondukmetri, sehingga memakai listrik atau elekromagnetik. Namun tetap memiliki tujuan yang sama, yaitu moisture meter jenis apa saja akan mengukur kadar air pada sebuah benda.

Dari contoh pentingnya memperhatikan kadar air tersebut, Anda pasti mulai memahami pentingnya memakai alat pengukuran ini. Namun sebelum benar-benar memakainya, coba pahami beberapa fungsi penting berikut ini.

Baca juga: Definisi Sound Level Meter dan Fungsinya dalam Pengukuran

Mengukur kelembaban benda

Fungsi pertamanya adalah untuk mengukur kelembaban pada benda. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah benda tersebut bisa dipakai sesuai fungsinya atau belum. Hal ini karena kelembaban terlalu tinggi bisa membuat benda tertentu kurang bagus saat digunakan.

Moisture meter bisa mengukur kelembaban dan memberi kisaran angka kelembabannya. Jadi Anda bisa langsung tahu apakah kelembaban pada benda yang diukur masih standard atau tidak. Jika masih terlalu tinggi, mungkin harus diberi perlakuan seperti dijemur terlebih dulu.

Sebaliknya ada juga beberapa benda yang membutuhkan kelembaban lumayan tinggi. Biasanya tanaman membutuhkan kelembaban lebih tinggi karena kualitasnya akan dianggap lebih bagus. Dengan memakai alat ini, Anda bisa langsung mengetahui apakah kelembabannya sudah tinggi.

Mengukur Kadar air pada benda

Selain kelembaban, kadar air pada benda juga bisa diukur dengan moisture meter. Kadar air pada sebuah benda bisa saja tinggi atau rendah tergantung jenis bendanya. Namun ketika Anda ingin memasarkan sebuah benda dengan kualitas baik, pasti kadar airnya perlu diperhatikan.

Hal ini karena ada benda yang membutuhkan kadar air tinggi dan juga tidak. Misalnya saja Anda ingin menjual buah-buahan, tentu kadar airnya perlu yang agak tinggi agar rasanya segar saat dikonsumsi oleh pembeli. Sebaliknya kualitas buah bisa dinilai buruk jika kadar air rendah.

Namun jika ingin menjual kayu untuk bahan furniture dan lain sebagainya, Anda harus memastikan kadar airnya sangat rendah. Jika kayu terlalu lembab, pasti akan membuatnya susah diproses atau justru mudah lapuk saat sudah diproduksi menjadi sebuah benda.

Baca juga: Particle Counter: Alat Ukur Partikel Udara

Mengukur tingkat kekeringan 

Alat ukur moisture meter juga berfungsi untuk mengukur kekeringan. Jadi sebenarnya fungsi mengukur kadar air bisa digunakan untuk 2 hal, bisa untuk mengetahui apakah kadar airnya banyak atau kadar airnya sedikit sehingga benda yang diukur mengalami kekeringan.

Jika Anda terjun di dunia pertanian dan perkebunan, tentu memahami pentingnya kekeringan dan kadar air pada tumbuhan. Jika ada tumbuhan mengandung kayu yang mengalami kekeringan, tentu akan sangat bagus dipakai untuk membuat perabotan rumah tangga.

Namun kekeringan ini juga sudah memiliki nilai standart sesuai dengan ketentuan masing-masing usaha. Sehingga Anda hanya perlu memeriksa apakah angka pengukuran yang ditunjukkan oleh alat ukur nantinya sudah standart agar bahannya bisa dipakai untuk hal lain.

Mengukur Rata-rata kadar air atau kekeringan

Selain mengukur kadar air dan kekeringan, moisture meter juga bisa digunakan untuk menghitung rata-rata. Jadi Anda tidak perlu menghitung rata-ratanya sendiri. Tentu hal ini akan sangat memudahkan dan bisa membantu mempersingkat waktu dalam pekerjaan. 

Terkadang perhitungan rata-rata kadar air dan kekeringan ini diperlukan, misalnya Anda memiliki usaha kayu dan ingin mengirimnya sebagai supplier, maka untuk menghitung kadar air atau kekeringan dari keseluruhan bahan kayu tersebut hanya perlu dihitung rata-ratanya saja. 

Dengan memahami apa saja fungsinya, Anda bisa langsung menggunakannya sesuai dengan kebutuhan. Tetapi agar bisa mendapat hasil pengukuran yang sangat akurat, Anda harus memakai alat ukur terbaik. Anda bisa mendapatkannya di PT. Darma Sakti Adisaputra.

PT. Darma Sakti Adisaputra menyediakan berbagai jenis alat ukur untuk kebutuhan Anda. Jika membutuhkan moisture meter untuk mengukur kadar air tanaman atau benda lainnya, segera hubungi kami melalui nomor WA 08112244828 atau melalui email sales@darmasakti.com

Pilihan Tepat. Hasil Akurat.

Harga Moisture Meter Terbaru