Alpha Geo LR9 adalah GNSS Reference Receiver (stasiun referensi GNSS berpresisi tinggi) yang digunakan untuk mendukung sistem surveying, pemetaan, dan jaringan koreksi GNSS (CORS/RTK base station). Perangkat ini berfungsi sebagai titik referensi tetap yang menerima sinyal satelit GNSS dan mengirimkan data koreksi ke rover agar menghasilkan pengukuran posisi yang lebih akurat.
Secara umum, LR9 dirancang untuk pekerjaan geodesi dan infrastruktur presisi tinggi, seperti konstruksi, pemetaan lahan, dan monitoring deformasi tanah. Alat ini mendukung berbagai sistem satelit global seperti GPS, GLONASS, Galileo, Beidou, dan QZSS, sehingga dapat menghasilkan data posisi yang stabil dan presisi tinggi.
FITUR Alpha Geo LR9
- Multi-constellation GNSS: mendukung GPS, GLONASS, Galileo, BeiDou, dan QZSS untuk akurasi dan kestabilan tinggi
- Performa RTK presisi tinggi: mendukung pengolahan data diferensial dan RTK untuk hasil posisi tingkat sentimeter
- Sistem operasi embedded Linux: berbasis prosesor ARM Cortex untuk pemrosesan data yang stabil dan cepat
- Memori internal besar (hingga 32GB): untuk penyimpanan data observasi GNSS jangka panjang
- Konektivitas lengkap: Ethernet, WiFi, dan 4G untuk transmisi data koreksi real-time
- Dukungan sensor eksternal & input timing: mendukung event input dan sinkronisasi waktu presisi
- Desain industri tahan lingkungan: bodi aluminium kuat, tahan air dan debu (kelas lapangan)
- Operasi sebagai base station CORS: cocok untuk jaringan referensi GNSS permanen atau semi-permanen
SPESIFIKASI Alpha Geo LR9
| Model | ALPHAGEO LR9 GNSS Reference Receiver |
|---|---|
| Aplikasi Utama | CORS, monitoring geohazard, pemantauan struktur, survei GNSS presisi |
| Konstelasi GNSS | GPS, GLONASS, Galileo, BeiDou, QZSS, SBAS |
| Sinyal yang Didukung | GPS: L1 C/A, L2C, L2P, L5; GLONASS: G1, G2, G3; BeiDou (BDS): B1, B1C, B2, B2a, B2b, B3; Galileo: E1, E5a, E5b, E6; QZSS: L1, L2, L5; SBAS: L1 C/A |
| Jumlah Kanal | 1408 channel |
| Rate Output Posisi | 1 – 20 Hz |
| Cold Start | < 60 s |
| Hot Start | < 15 s |
| Reakuisisi Sinyal | < 2 s |
| Kecepatan Kendaraan Maks. | hingga 300+ km/jam |
| Inisialisasi RTK | < 10 s (baseline < 10 km) |
| Akurasi Statik GNSS | Horizontal: ±(2,5 + 0,5×10⁻³×D) mm; Vertikal: ±(5 + 0,5×10⁻³×D) mm |
| Akurasi RTK | Horizontal: ±(8 + 1×10⁻³×D) mm; Vertikal: ±(15 + 1×10⁻³×D) mm |
| Memori Internal | 32 GB, perekaman RAW, hingga ±180 hari @1 Hz |
| Format Data | RAW, RTCM 3.x (input/output diferensial) |
| Sampling Rate Data | 1 Hz |
| Antarmuka I/O | Power, LEMO‑5 RS232, port antena GNSS, port 4G, PPS, RJ45, WiFi, slot SIM/USB3.0 |
| Protokol Komunikasi | TCP/IP, NTRIP, WiFi 802.11 b/g, modul 4G multi-band |
| Catu Daya | DC 9 – 36 V |
| Kapasitas Baterai | 20000 mAh (industrial grade) |
| Konsumsi Daya | ≤ 2,5 W (mode operasi), level miliwatt (sleep mode) |
| Sistem Operasi | Embedded Linux OS |
| Display | OLED industri 2,42″ (128 × 64 piksel) |
| Tombol & Indikator | Tombol Power/ESC/OK/Navigasi; LED Power, WiFi, Data, Satellite |
| Dimensi | 196 × 145 × 62 mm |
| Berat | ≤ 1,5 kg |
| Suhu Operasi | -40°C hingga +75°C |
| Suhu Penyimpanan | -55°C hingga +85°C |
| Perlindungan Lingkungan | IP67, kelembapan 100% non-condensing |


























