Conductivity meter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur konduktivitas pada perairan maupun lautan. Apa itu konduktivitas? Yaitu daya hantar listrik atau DHL yang dimiliki oleh setiap perairan dan bukanlah faktor berdiri sendiri.
Pengukuran DHL ini biasanya dilakukan untuk mengetahui bagaimana perairan atau lautan tersebut bekerja sebagai pengantar listrik. Fungsinya sangat beragam, mulai dari digunakan sebagai tek pembentukan pembangkit tenaga listrik hingga dijadikan dasar pengelolaan SDA.
Aplikasi penggunaan perairan dengan tingkat konduktivitas tertentu dapat di bidang hydroponic, aquakultur, hingga kualitas air boiler. Mau tahu lebih jelas mengenai apa itu konduktometer dan apa fungsinya? Simak paparan berikut ini.
Apa Definisi atau Pengertian dari Conductivity Meter?
Conductivity atau konduktometer adalah sebuah alat ukur khusus untuk pengukuran nilai konduktivitas atau daya hantar listrik suatu perairan. Alat ini digunakan ketika ingin melakukan tes pada sebuah wilayah perairan terhadap kemampuan perairan tersebut menghantar listrik.
Konduktometer akan menilai apakah air atau cairan memiliki konsentrasi ion serta konsentrasi padatan yang terlarut (Total Dissolved Solid/TDS) di dalam larutan/air. Konsentrasi ion ini berbanding lurus dengan DHL.
Artinya, semakin tinggi nilai mineral yang terlarut, maka akan makin besar kemampuan perairan tersebut menghantarkan listrik. Hal ini berlaku sebaliknya, jika resistivity sebagai ketahanan air terhadap listrik makin berkurang, maka daya konduktivitasnya bertambah.
Untuk mengetahui tingkat konsentrasi ion inilah alat bernama Conductivity meter diperlukan. Dengan demikian dapat disimpulkan besar kemampuan suatu DHL suatu perairan sehingga dapat ditentukan mengenai pengelolaannya.
Sebab perairan dengan tingkat DHL tinggi dan rendah akan berbeda pengelolaan serta pemanfaatannya. Dengan pengukuran menggunakan konduktometer akan dapat dilihat apa pengelolaan yang tepat untuk sumber perairan tersebut.
Patut diketahui bahwa semakin tinggi nilai konduktivitas air, maka menunjukkan bahwa semakin rendah kualitasnya. Jadi, jika DHL tinggi berarti perairan tersebut kurang cocok dijadikan sumber air minum.
Baca juga: Mengenal DO Meter, Fungsi, dan Bagaimana Menggunakannya

Fungsi dan Pengaplikasian Conductivity Meter
Berbicara mengenai fungsinya, konduktometer memiliki fungsi sebagai pengukur kemampuan nilai DHL yang dilakukan pada wilayah perairan tertentu. Dengan demikian, wilayah perairan tersebut dapat difungsikan sesuai dengan kandungan di dalamnya.
Setelah pengujian menggunakan konduktometer, maka akan didapatkan angka konduktivitas listrik dalam air sehingga bisa difungsikan sebagaimana mestinya. Oleh sebab itu, pemanfaatan Conductivity meter dapat diaplikasikan pada bidang-bidang berikut:
- Akuakultur
Akuakultur merupakan budi daya perairan berbentuk penangkaran atau pemeliharaan berbagai macam hewan maupun tumbuhan air. Air menjadi komponen utama sebagai tempat hidup hewan dan tumbuhan tersebut.
Kegiatannya melipiti budi daya ikan, budi daya udang, budi daya tiram, budi daya rumput laut, dan lain sebagainya. Biasanya memiliki nilai ekonomis sehingga menguntungkan para peternak maupun petani.
- Hydroponik
Pengukuran tinggi rendahnya DHL juga bermanfaat dalam bidang hidroponik, yaitu metode budi daya menanam dengan memanfaatkan air sebagai media menanam tumbuhan.
Dengan sistem hidroponik petani dapat memanfaatkan ruang yang lebih sempit untuk bercocok taman. Akan tetapi, kadar ion atau mineral dalam air harus berada pada batasan nilai tertentu sehinga diperlukan konduktometer mengukurnya.
- Purifikasi Air untuk Memonitor Kandungan Nutrisi
Conductivity meter juga dijadikan sebagai alat ukur untuk mengetahui tinggi rendahnya DHL agar perairan dapat dikelola menjadi sumber air minum, proses industri, medis, dan lainnya.
Jika nilai konduktivitas tinggi, maka perairan harus dikelola dengan metode purifikasi atau penjernihan sehingga bisa digunakan sebagai sumber air bersih. Selain itu, juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi.
- Mengukur Salinitas pada Air
Konduktometer juga bisa menjadi acuan dalam mengukur tingkat salinitas atau keasinan atau kadar garam terlarut dalam air. Fungsi pengukuran ini mengetahui kadar mineral perairan sehingga dapat dimanfaatkan untuk pembuatan garam dan tambak.
Baca juga: Mengenal Chlorine Meter dan Fungsinya sebagai Alat Pengukur
Cara Kerja Alat Pengukur Conductivity Meter
Konduktometer merupakan alat ukur yang terdiri atas dua komponen, yaitu unit atau mesin sebagai media pengaturan dan pembacaan. Kemudian ada batang konduktivitas yang menjadi komponen pengukur.
Biasanya alat ini dibuat dengan desain portable sehingga mudah dibawa dan dipindahkan. Jadi mempermudah proses pengukuran, terutama apabila lokasinya berada di wilayah yang sulit dijangkau.
Prinsip kerja Conductivity meter mengandalkan detektor atau sensor yang terdapat dalam bagian batang konduktivitas. Detektor ini terdiri atas dua bagian, yaitu kotoda dan anoda yang terbuat dari bahan inert seperti grafit.
Untuk penggunaannya hampir sama dengan alat ukur air lainnya, yaitu menggunakan sampel kemudian melakukan pengujian. Untuk lengkapnya, Anda bisa mengikuti langkah berikut ini:
- Ambil sampel dari perairan yang hendak diukur DHL-nya. Gunakan corong atau tabung sampel jika sudah tersedia, apabila tidak ada maka gunakan tabung khusus sampel. Pastikan sampel diambil dari sumbernya tanpa tercemar benda asing.
- Masukkan sampel ke dalam tabung uji yang berada dalam bagian unit konduktometer.
- Pastikan bagian detector pada alat bisa bekerja dengan baik dan sudah dikalibrasi sesuai standar yang ditetapkan.
- Pastikan katup uji tertutup rapat dan tidak terjadi kebocoran, kemudian hidupkan Conductivity meter.
- Tunggu hingga pengukuran stabil dengan melihat angka pada layar, apabila sudah menetap pada angka tertentu dan tidak berubah-ubah berarti pengujian selesai.
Lakukan pencatatan hasil uji, terutama jika Anda ingin melakukan pengujian berulang untuk mendapatkan hasil pengujian yang akurat. Untuk langkah-langkah penggunaan bisa saja tidak sama pada masing-masing alat konduktometer.
Oleh sebab itu, disarankan untuk membaca manual penggunaan sebelum menggunakan alat agar tidak salah saat penggunaannya. Jika angka hasil uji tidak stabil, sebaiknya lakukan ulang langkah pengujian dari langkah pertama.
Tingkat konduktivitas atau daya hantar listrik pada air memang bisa berbeda-beda pada masing-masing perairan, karena adanya beberapa faktor memengaruhinya. Jadi, diperlukan alat ukur yang tepat dan efektif untuk mengetahui nilainya agar tepat pemanfaatan dari perairan tersebut.
Jika Anda membutuhkan alat ukur DHL untuk kebutuhan pribadi maupun industri, bisa hubungi Bisa hubungi PT. Darma Sakti Adisaputra, informasi lengkap bisa melalui WhatsApp: 08112244828 atau email: sales@darmasakti.com
PT. Darma Sakti Adisaputra merupakan penyedia berbagai alat ukur air, termasuk Conductivity meter yang memiliki kualitas bagus dengan berbagai tipe yang dapat disesuaikan kebutuhan Anda.





