Binocular: Teropong dengan Dua Lensa yang Beda dari Monocular

Binocular

Pernahkah Anda melihat seseorang menggunakan Binocular? Alat tersebut umumnya digunakan oleh para pendaki gunung untuk mengamati alam, satwa liar maupun menikmati panorama tatkala mendaki gunung.

Alat ini berupa teropong yang dapat dipegang dengan tangan. Kemudian terdapat 2 lubang dan 2 lensa yang dapat digunakan untuk kedua mata dalam melihat objek dari jarak jauh.

Mungkin Anda juga pernah melihat peralatan serupa bernama Monocular. Monocular merupakan teropong yang hanya mempunyai satu lubang dan lensa. Sehingga hanya bisa mengamati objek dengan satu mata.

Berkenalan dengan Teropong Binocular yang Mempunyai 2 Lensa

Ketika ingin melihat suatu objek dari jarak jauh, tentu memerlukan alat bantu. Biasanya alat bantu tersebut dimanfaatkan dalam berburu, observasi lapangan, militer, mengamati burung, berkemah, mendaki gunung hingga aktivitas astronomi.

Alat bantu tersebut bernama Binocular yang berntuknya berupa teropong dengan kemampuan melihat objek dari jarak jauh. Alat optik ini mempunyai dua buah lensa pada bagian kiri dan kanan.

Perlu Anda tahu bahwa peralatan optik ini sebenarnya sudah ditemukan sejak 3.500 tahun sebelum Masehi. Lantas, penggunaannya semakin berkembang dan banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang.

Setiap teropong, umumnya mempunyai tiga bagian, yakni lensa cembung, prisma dan lensa cekung. Tiga bagian tersebut disematkan ke dalam dua buah tabung. Lantas, dua tabung tersebut menghasilkan gambar yang sifatnya tiga dimensi dalam pandangan mata Anda.

Anda cukup memegang Binocular menggunakan tangan kemudian posisikan kedua mata. Lantas dapatkan pembesaran benda jauh melalui tampilan dua rentetan lensa dan prisma yang bersandingan. 

Prisma ditujukan untuk mengembalikan tampilan dan memantulkan cahaya melalui refleksi total. Sehingga alat optik ini mampu menghasilkan bayangan yang tepat dan tidak terbalik layaknya teleskop.

Anda juga bisa menyebut alat optik ini sebagai dua teleskop yang dijadikan satu. Kemudian menghasilkan penglihatan 3 dimensi untuk pengguna alatnya. Anda dapat menggunakannya ketika bertualang karena mudah dibawa maupun digunakan.

Anda bisa memakainya ketika menjelajah alam bebas seperti gunung. Alat optik ini sangat cocok untuk aktivitas outdoor. Jadi, tidak disarankan untuk menggunakannya ketika di ruangan tertutup sebab jarak jangkauannya akan terbatas.

Baca juga: Altimeter, Alat Ukur Ketinggian dari Permukaan Laut

Perbedaan Teropong Binocular dengan Monocular 

Karena alat optik ini serupa dengan Monocular, mari mengenali perbedaannya. Anda juga akan menemukan keunggulan dari alat optik ini. Jadi, mari mengenali beberapa perbedaannya di bawah ini. 

Prinsip Kerja 

Alat optik ini bekerja menggunakan prinsip “pergeseran fase”. Jadi, cahaya yang masuk akan dibagi dua lantas dikonvergensi guna membentuk gambar 3D tegak dan dapat dilihat secara jelas.

Karena teropong ini memiliki dua buah lensa, lensa pertamanya dinamakan lensa objektif. Sementara lensa keduanya dinamakan lensa okuler. Lensa objektif tugasnya mengumpulkan cahaya sementara lensa okuler tugasnya menjadikan gambar tampak lebih besar.

Monocular mempunyai prinsip pembiasan cahaya. Jadi, ketika cahaya masuk akan melalui prisma lantas diarahkan menuju dasar teropongnya. Lantas bergerak menuju puncak teropongnya.

Pemakaian 

Alat optik ini lebih umum dipakai dalam observasi di daratan, mengumpulkan data, birdwatching, berburu sampai kebutuhan astronomi. Sedangkan Monocular lebih umum digunakan dalam kebutuhan militer hingga melihat titik tujuan ketika di alam liar.

Lensa dan Prisma

Binocular mempunyai dua set lensa dan prisma. Teknologi prismanya berupa Porro, Galilean dan Roof. Sementara Monocular menggunakan teknologi prisma Porro yang umumnya mengandalkan lensa lengkung ketika proses pemasangan sehingga hasil gambarnya terbalik.

Amplifikasi 

Alat optik ini mempunyai amplifikasi yang mirip dengan Monocular. Namun, teropong ini mempunyai kelebihan yakni dapat menggunakan dua mata dalam melihat objek dengan waktu lebih lama.

Sementara Monocular hanya dilengkapi dengan lensa single yang lebih cocok untuk melihat objek jauh dalam waktu sebentar. Jika terlalu lama melihat objek menggunakan satu mata tentu akan terasa kurang nyaman.

Baca juga: Fungsi Alat Ukur Thermometer dan Beberapa Jenisnya

Teropong

Tips Memilih Teropong Binocular Sesuai Keperluan 

Sebelum Anda membeli alat optik ini, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan. Mari membaca beberapa poin berikut ini secara teliti sehingga bisa memilih produk sesuai keperluan.

Menentukan Perbesaran Lensa

Pertama, Anda perlu mengetahui nilai pembesaran. Nilai pembesaran ialah jumlah pembesaran yang bisa diproses oleh teropong. Contohnya saja Anda ingin melihat objek yang jaraknya 100 m dengan nilai perbesaran 10× pembesaran.

Maka, objeknya akan tampak berjarak 10 m. Begitu Anda memahami tentang nilai pembesaran, Anda akan mampu memilih Binocular dengan nilai perbesaran yang sesuai dengan keperluan.

Ukuran Lensa

Ukuran lensa akan menjadi penentu luas pandangan yang dihasilkan. Jadi, apabila memilih lensa berukuran besar akan memberikan gambaran objek lebih luas. Ukuran lensa juga menjadi penentu banyaknya cahaya yang mampu dikumpulkan oleh lensanya.

Ketika ukuran lensanya semakin besar, tentu cahaya yang mampu dikumpulkan juga akan semakin banyak. Jadi, jangan lupa mempertimbangkan ukuran lensa ketika membeli alat optik ini.

Eye Relief untuk Pengguna Kacamata

Apabila Anda seorang pengguna kaca mata, maka perlu memilih teropong dengan eye relief. Eye relief akan membuat Anda mampu melihat objek melalui teropong dengan nyaman. Sebab, jarak gambar yang diproyeksikan lensa menuju titik fokus mempunyai jarak beragam.

Apabila ingin memperoleh proyeksi maksimal, tentu perlu menyesuaikan kaca mata dengan jarak eye relief. Ketika ukurannya kurang tepat, gambar yang Anda lihat risikonya akan terpotong.

Menentukan Tipe Prisma 

Teropong mempunyai dua tipe prisma, yakni porro prisms dan roof prisms. Tipe porro prisms mempunyai prisma offset yang mempunyai tabung dalam bentuk V. Sementara tipe roof prisms bentuknya lebih kompak.

Setelah tahu bagaimana cara memilih alat optik ini, mari temukan produk terbaik di PT Darma Sakti Adisaputra. Silahkan memilih produk sesuai keperluan dengan menghubungi nomor WhatsApp 08112244828

Pilihan Tepat. Hasil Akurat.

Apabila ingin mengamati objek yang jaraknya jauh tentu memerlukan alat optik. Salah satunya ialah Binocular yang mempunyai 2 lubang dan 2 lensa, sehingga bisa menggunakan kedua mata untuk mengamati objek yang jaraknya sangat jauh dengan nyaman. 

Baca juga: 15 Jenis Alat Survey dan Pemetaan yang Wajib Anda Tahu

Harga Binocular Terbaik