Pentingnya Alat Uji Lingkungan Bagi Sebuah Industri

Alat uji lingkungan

Pada dasarnya, semua industri di Indonesia harus memiliki alat uji lingkungan sendiri agar dapat memantau area kerja mereka. Saat ini ada banyak alat uji yang perlu diketahui, mulai dari Particle Meter, Radiation Meter, Anemometer, Gas Detector, Flow Meter, hingga Dew Point Meter.

Setiap alat memiliki fungsi, spesifikasi, fitur dan juga manfaatnya masing-masing. Bahkan, Anda juga bisa membeli alat yang terdiri dari 5 jenis sensor dalam satu produk penguji lingkungan. Jika menggunakan 5 in 1, parameter area kerja yang dipantau akan menjadi semakin luas.

Alat uji lingkungan adalah perangkat portabel yang dapat mengukur, mendeteksi dan memantau kondisi di lapangan. Beberapa hal yang di pantau di antaranya suhu, kelembapan, tekanan udara, kebisingan, polusi, kualitas air, paparan radiasi, titik embun, cuaca dan masih banyak lagi.

Dengan menggunakan alat ini, industri dapat menjalankan proyeknya sesuai SOP. Keamanan dan kesehatan pekerja juga terjamin dengan adanya berbagai macam alat pemantau tersebut. Untuk memahami manfaatnya secara langsung, simaklah penjelasan singkat di bawah ini.

10 Jenis Alat Uji Lingkungan yang Diperlukan Industri

Tidak bisa dipungkiri jika alat pendeteksi masalah lingkungan ini sangat dibutuhkan oleh beberapa tipe industri. Selain mengikuti prosedur SOP, alat juga disiapkan untuk mengantisipasi terjadinya masalah. Mengulangi risiko kecelakaan adalah langkah terbaik saat bekerja di lapangan.

Untuk lebih jelasnya, berikut 10 alat uji lingkungan yang selalu dipakai beberapa industri :

  1. Anemometer
Anemometer

Alat pertama ialah anemometer yang dapat mengukur kecepatan angin. Terdapat banyak fitur yang tersedia di dalamnya seperti cek kecepatan angin, cek arah angin, suhu, aliran udara dan fluktuasi tekanan udara. Satuan kecepatan angin dihitung mph, km/jam, m/s atau knots.

Selain fitur yang banyak, alat ini juga memiliki berbagai macam varian. Beberapa di antaranya Anemometer Cup, kincir angin (Windmill), Laser Doppler, Hot Wire dan Anemometer Sonic. Kelima anemometer tersebut memiliki cara kerja dan spesifikasinya masing-masing.

Untuk keperluan industri, anemometer dapat dimanfaatkan oleh BMKG, Penerbangan Aviasi, PLTA, Konstruksi, Kelautan dan Pelayaran. Bahkan penikmat olahraga terbang paralayang juga sangat membutuhkan alat uji lingkungan untuk memprediksi kondisi cuaca.

Berdasarkan spesifikasinya, lihatlah cara kerja anemometer di bawah ini,

  • Anemometer Cup (Gelas) memiliki 4 cangkir hemisfer yang terdiri dari poros vertikal. Kondisi cuaca terpantau ketika keempat cangkir bergerak mengikuti angin.
  • Anemometer Windmill memakai baling-baling layaknya kincir angin pada umumnya. Putaran baling akan memberitahukan seperti apa kondisi angin di area tersebut.
  • Anemometer Laser Doppler menerapkan efek Doppler pada alat pendeteksi. Kondisi angin yang terpantau dari sinar pancaran laser akan masuk menjadi data.
  • Anemometer Hot Wire menjadi alat uji yang memakai arus listrik. Jadi arus tersebut tercipta ketika terjadi gerakan dan menyebabkan kawat tipis memanas.
  • Anemometer Sonic memancarkan gelombang ultrasonik ke arah tertentu. Kecepatan angin diukur dari perbedaan waktu tempuh gelombang pemancar ke penerima.
  1. Gas Detector
Gas Detector

Selanjutnya, terdapat alat pendeteksi gas alam yang bernama gas detector. Seperti namanya, alat ini dapat mendeteksi berbagai macam jenis gas. Mulai dari gas beracun, gas yang mudah terbakar, gas senyawa organik hingga kadar oksigen, semua bisa dideteksi dengan alat ini.

Sebagai alat uji lingkungan, gas detector terbagi dalam dua jenis yaitu single sensor dan multi sensor. Single sensor hanya dapat mendeteksi satu tipe gas saja seperti gas beracun atau gas mudah terbakar. Sedangkan multi sensor bisa mendeteksi semua tipe gas secara sekaligus.

Beberapa industri yang membutuhkan gas detector di antaranya kimia, farmasi, tambang, gas dan mineral, kilang minyak serta industri pangan. Alat tersebut diperlukan untuk identifikasi kondisi lingkungan, kondisi sistem di saat produksi dan pengecekan berkala sesuai SOP.

Tipe-tipe gas yang dapat dideteksi oleh alat ini di antaranya:

  • Gas mudah terbakar = metana, propana dan hidrogen
  • Gas beracun = Karbon monoksida (CO), hidrogen sulfida (H2S), karbon dioksida (CO2) dan sulfur dioksida (S02)
  • Volatile Organic Compund (VOC) = Senyawa organik benzena, aseton toluena, etanol dan formaldehida
  1. Light Meter
Light Meter

Alat uji lingkungan ketiga ialah Light Meter yang dapat mendeteksi intensitas cahaya di suatu area. Dengan menggunakan alat ini, Anda bisa mengetahui eksposur cahayanya. Sensor untuk mendeteksi cahaya berperan penting saat menangkap berbagai jenis sinar yang masuk.

Satuan perhitungan menggunakan Lux dan setiap area punya standar nilainya sendiri-sendiri. Biasanya alat ini digunakan untuk fotografi, astronomi, laboratorium dan industri. Pengukuran kualitas cahaya di suatu ruangan, terasa menjadi lebih mudah dan praktis dengan alat ini.

Cara menggunakan alat ini sesuai industrinya meliputi:

  • Fotografi untuk memaksimalkan objek dan subjek depan kamera. Agar mendapatkan nilai estetik, pengaturan cahaya perlu dioptimalkan menggunakan Light Meter.
  • Astronomi untuk mendeteksi cahaya masuk saat memantau objek di langit. Dari Light Meter, Anda bisa mengetahui seberapa terang objek yang sedang dipantau.
  • Industri konstruksi menggunakan alat uji lingkungan untuk mengetahui cahaya masuk ke bangunan. Cahaya yang diperlukan bisa diketahui menggunakan Light Meter.
  • Laboratorium butuh Light Meter untuk melakukan penelitian. Jika kekurangan cahaya, penelitian bisa gagal atau menyebabkan penelitiannya berjalan lambat.
  1. Particle Counter
Particle Counter

Alat keempat bernama Particle Counter yang bisa memantau dan mengukur partikel di dalam udara. Particle Counter bekerja dengan cara mengambil sampel dari udara, lalu sensor dalam alat menghitung udara. Data partikel akan ditampilkan pada layar display alat uji tersebut.

Penghitungan partikel bisa mencapai ukuran 0,3 mikrometer. Nilai partikelnya lebih dikenal dengan nama mikron (μm) dan punya ukuran standar di antara 0,5μm sampai 10μm. Biasanya alat ini digunakan pada laboratorium penelitian, pabrik dan area khusus industri. 

Berdasarkan jenis-jenisnya, alat uji lingkungan Particle Counter terdiri-dari:

  • Optical Particle Counter (OPC) yang memakai difraksi cahaya untuk mengukur partikel pada sampel udara. Dengan memantulkan cahaya optik melewati partikel, informasi sampel udara bisa diketahui dalam waktu cepat.
  • Condensation Particle Counter (CPC) menggunakan kondensasi gas untuk mengukur partikel ultrafine yang memiliki diameter di bawah 0,1μm. Alat ini sangat sensitif dan biasa digunakan untuk keperluan laboratorium.
  • Laser Particle Counter (LPC) menggunakan prinsip difraksi laser untuk mengukur dan menghitung jumlah partikel di udara. Dengan cahaya laser, Particle Counter ini bisa mendeteksi partikel di dalam udara dan cairan.
  • Scanning Mobility Particle Sizer (SMPS) digunakan untuk scanning partikel di sampel. Kelebihannya, alat ini dapat mengetahui partikel sampai ukuran 100 nanometer.
  1. Flow Meter
Flow Meter

Alat uji lingkungan kelima yang bisa digunakan adalah Flow Meter. Alat ini biasa digunakan di industri kimia, pakan, minyak dan gas, farmasi, energi, air dan limbah. Cara kerjanya, alat ini mendeteksi aliran fluida dan mengukurnya dalam bentuk volumetrik, massa serta kecepatan.

Satuan volume terdiri dari liter per detik (L/s), meter kubik per jam (m3/h) dan galon per menit (GPM). Untuk massa dihitung dengan kilogram per detik (kg/s), pound per menit (lb/min) dan ton per jam (t/h). Terakhir kecepatan, satuan meter per detik (m/s) dan knots (ft/s).

Alat ini memiliki 8 model, meliputi:

  • Electromagnetic Flow Meter, menggunakan prinsip induksi elektromagnetik
  • Ultrasonic Flow Meter, memakai gelombang ultrasonik untuk mengukur laju aliran
  • Positive Displacement Flow Meter, mengukur dengan perbandingan ruang tampung
  • Coriolis Mass Flow Meter, menggunakan prinsip Coriolis untuk mengukur massa air
  • Thermal Mass Flow Meter, memanfaatkan prinsip perubahan suhu pada aliran air
  • Vortex Flow Meter, menciptakan penghalang air dengan vorteks untuk mengukur air
  • Insertion Flow Meter, memantau air yang dimasukkan ke dalam pipa seperti PDAM
  • Turbine Flow Meter yang memanfaatkan baling-baling untuk memantau fluida
  1. Solar Power Meter
Solar Power Meter

Alat uji lingkungan yang keenam adalah Solar Power Meter, alat ini dapat mengukur kekuatan panas matahari untuk kebutuhan panel surya. Dengan mengukur intensitas cahaya matahari, Anda bisa menilai berapa tingkat energi yang dapat diperoleh oleh panel surya tersebut.

Cara kerjanya, Anda mendapatkan sinar radiasi panas yang didapat secara langsung. Setelah itu, satuan voltase akan muncul pada layar Solar Power Meter. Berdasarkan data yang sudah didapatkan, Anda mengetahui berapa daya yang bisa diserap dalam periode waktu tertentu.

Biasanya alat ini menjadi satu paket dengan panel surya dan sistem solar power. Memantau cahaya matahari menjadi lebih mudah dengan adanya alat ini. Solar Power Meter digunakan oleh industri agrikultur, kelistrikan, konstruksi dan meteorologi sebagai alat pemantau.

Adapun manfaat lain alat uji lingkungan ini di antaranya:

  • Mengukur intensitas cahaya di tempat kerja, proyek hingga pengelola energi terbaru
  • Mengukur intensitas cahaya yang diperlukan untuk kegiatan di luar ruangan
  • Memantau radiasi sinar panas terhadap pengaruh rumah kaca
  • Memantau radiasi sinar panas bagi pemilik rumah, gedung dan gudang penyimpanan
  • Mengukur kondisi cahaya di kendaraan seperti mobil, kereta dan pesawat
  • Mengukur kondisi cahaya untuk menjemur produk-produk hasil produksi
  1. Wind & Weather Meter
Wind Meter

Wind & Weather meter adalah salah satu alat yang dapat mendeteksi kondisi cuaca. Beberapa orang menyebut alat ini sebagai stasiun cuaca mini, karena memiliki fitur lengkap. Biasanya alat ini digunakan oleh BMKG untuk memantau kondisi cuaca di suatu tempat.

Selain BMKG, Wind & Weather meter juga dipakai di Pertambangan, Penerbangan, Pertanian, PLTA, Konstruksi, Kelautan dan Pelayaran. Fitur alat uji lingkungan terdiri dari memantau arah angin, mengukur kecepatan angin, mengukur suhu, kelembapan dan tekanan udara.

Satuan perhitungannya yaitu mph, km/h, m/s atau knots untuk kecepatan angin. Sedangkan untuk suhu menggunakan Celsius atau Fahrenheit. Fitur lain seperti kelembapan dan tekanan angin ada di bagian samping Wind & Weather karena memiliki sensornya sendiri.

Fungsi alat ini di setiap industri di antaranya:

  • Pertambangan, memantau cuaca dan melihat aman atau tidaknya waktu operasi alat berat
  • Penerbangan, memantau kondisi cuaca di bandara kecil dengan sistem navigasi minim
  • Pertanian, melihat kondisi iklim untuk memastikan tanaman masih bisa tumbuh
  • PLTA, mencari area yang cocok untuk menjadi pembangkit listrik tenaga angin
  • Konstruksi, mengantisipasi cuaca buruk ketika menjalani suatu proyek besar
  • Kelautan dan Pelayaran, memastikan nelayan kecil dapat berlayar dengan aman
  1. Radiation Meter
Radiation Meter

Alat uji lingkungan lainnya yang bisa digunakan ialah Radiation Meter. Tentunya alat ini dapat mendeteksi paparan radiasi jika mendekatinya. Biasanya alat dipakai saat butuh pengamanan seperti di bandara, pelabuhan dan stasiun untuk memantau barang keluar masuk.

Radiation meter dapat mendeteksi sinar X, sinar Gamma, partikel alfa, beta dan neutron. Jika dilihat dari cara kerjanya, alat uji ini memiliki sensor pengenal radiasi. Semakin tinggi tingkatan radiasi, maka akan semakin keras juga suara alarm alat tersebut di saat jaraknya dekat.

Selain sektor transportasi, alat ini juga sering dipakai di industri nuklir, medis, pertambangan, minyak bumi dan penelitian laboratorium. Perlu diketahui, Radiation Meter memiliki lima tipe sensor yang berbeda, setiap sensor memiliki kelebihannya sendiri-sendiri.

Berikut kelima sensor alat uji lingkungan Radiation meter :

  • Thermoluminescent Dosimeters (TLD), pendeteksi radiasi yang menggunakan kristal termoluminesen untuk mendeteksi radiasi dengan cara menyerapnya terlebih dulu.
  • Semiconductor Detectors, bisa mengukur muatan listrik yang dihasilkan oleh partikel radiasi saat melintasi bahan semikonduktor.
  • Scintillation Detectors bekerja dengan mengukur berapa nilai paparan cahaya, setelah dihasilkan oleh kristal ketika terkena radiasi.
  • Ionization Chambers dengan mengukur jumlah ion yang dihasilkan oleh radiasi dalam ruang udara. Dapat mengukur paparan radiasi tinggi di ruangan secara akurat.
  • Geiger Counter (GM Counter) melihat tabung Geiger-Mueller (GM) untuk mendeteksi paparan radiasi.
  1. Gloss Meter
Gloss Meter

Alat uji lingkungan kesembilan ialah Gloss Meter yang bisa mengukur kilau cahaya pada suatu objek. Gloss meter dapat mengetahui nilai kilau cahaya dalam satuan Gloss Unit (GU). Satuan GU terdiri dari 0 Matt (tidak mengkilap) sampai ke nilai 200 high gloss (sangat mengkilap).

Kilauan adalah pantulan cahaya yang dihasilkan objek berwarna hitam. Semakin tebal lapisan kilauannya, maka cahaya yang dipantulkan semakin terang. Alat ini sangat berperan penting bagi beberapa industri seperti otomotif, kertas, plastik dan cat lapisan Finishing.

Standar alat uji lingkungan GU untuk setiap industri terdiri dari:

  • Industri otomotif yang memproduksi rangka bodi kendaraan roda 2 dan roda 4. Nilai standar sudut 20° = 80-95 GU, 60° = 10-40 GU dan sudut 85° = <10 GU. Jika lebih dari itu, kilauan cahaya akan mengganggu para pengendara lain.
  • Industri Kertas yang memproduksi kertas glossy, harus memperhatikan nilai GU. Nilai standar di sudut 75° ialah 30-70 GU dan tidak boleh lebih. Jika lebih, kertas tersebut akan mengganggu orang di sekitar karena pantulannya.
  • Industri Plastik juga perlu memperhatikan nilai GU pada setiap produknya. Sudut dari Plastik 20° yaitu 70 GU, lalu sudut 60° dengan 30 GU dan 85° sebesar 5 GU saja.
  • Industri Cat lebih spesifik dengan ketentuan sudut 20° high gloss harus 80 GU dan Matte kurang dari 10 GU. Sedangkan untuk sudut 60° high gloss bisa 50 GU dan Matte bisa sebesar10 GU saja.
  1. Dew Point Meter
Dew Point Meter

Alat uji lingkungan yang terakhir bernama Dew Point Meter. Pada dasarnya alat ini memiliki kapabilitas untuk mengukur titik embun di dalam udara. Dew Point atau Titik Embun adalah suhu tertentu yang muncul ketika uap mengembun dan berubah menjadi fluida.

Industri yang biasanya menggunakan Dew Point Meter ialah pangan, farmasi, minyak dan gas. Selain ketiga industri tersebut, alat ini juga bisa dimanfaatkan untuk penelitian laboratorium dan cek kondensasi embun di peralatan elektronik agar tidak menimbulkan efek korosif.

Fungsi penggunaan alat uji lingkungan Dew Point Meter:

  • Industri pangan memanfaatkannya untuk memantau kondisi ruangan agar titik embun tidak mengganggu kualitas makanan dan minuman yang disimpan.
  • Industri farmasi mengutamakan kualitas kelembapan ruangan agar obat tidak terkena jamur atau uapan air, oleh sebab itu Dew Point Meter digunakan.
  • Industri Minyak dan Gas memerlukan pengawasan terhadap cairan yang tersimpan. Alat ini digunakan untuk memastikan gas tidak mengalami penguapan atau sebaliknya.

Dengan melihat 10 alat uji lingkungan di atas, mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda? Jika tertarik untuk memiliki salah satu atau setiap alat uji yang tersedia, tenang saja Darmasakti sudah menyediakannya. PT. Darma Sakti Adisaputra adalah penyedia alat uji dan survei lingkungan.

Anda dapat melihat kesepuluh produk tersebut di sini https://darmasakti.com. Pemesanan bisa secara Online melalui website atau menghubungi WA CS Resmi 0811 2244 828. Kirimkan juga pesan melalui email pt.darmasakti@gmail.com jika butuh data pemesanan jumlah besar.

Pilihat Tepat. Hasil Akurat.

Darmasakti Group siap menjawab kebutuhan Anda di setiap saat. Komitmennya terbukti dengan banyak klien yang sudah membeli produk di tempat ini. Tunggu apalagi, beli alat uji lingkungan sekarang juga di tempat yang terpercaya, berkualitas dan terjamin layanannya.