8 Jenis Flow Meter dan Prinsip Kerjanya yang Perlu Diketahui

Flow Meter

Flow Meter adalah salah satu jenis alat uji lingkungan yang dapat mendeteksi aliran fluida atau cairan. Dengan menggunakan alat ini, Anda bisa mengetahui kecepatan, tekanan, dan level fluida secara menyeluruh. Alat ini sangat berguna di area industri khususnya di bagian produksi cairan.

Fluida memiliki banyak bentuk, mulai dari air, gas, hingga bahan kimia. Tanpa adanya alat ini, Anda tidak bisa mengontrol proses produksi secara steril. Bahkan, Anda juga tidak bisa mengoptimalkan sumber daya yang ada ketika aliran fluida tidak terdeteksi secara menyeluruh.

Pada dasarnya Flow Meter juga dapat dimanfaatkan untuk menganalisis kondisi air. Alat tersebut bisa dilengkapi dengan beberapa fitur seperti sensor suhu, sensor suhu dan sensor kelembapan. Jika Anda dapat mengoptimalkannya, maka alat itu akan sangat berguna di bagian produksi.

Sekarang ini ada delapan jenis alat pengukur aliran fluida yang beredar di pasaran. Kedelapan alat tersebut ialah Elektromagnet, Ultrasonic, Positive Displacement, Coriolis, Thermal, Vortex, Insert dan Turbin. Semua jenis alat pengukur aliran fluida memiliki fungsinya masing-masing.

Baca juga: Mengenal Alat Uji Lingkungan Light Meter dan Manfaatnya

Inilah 8 Jenis Flow Meter dan Cara Kerjanya

Perlu diketahui, setiap jenis alat memiliki cara kerjanya masing-masing. Meskipun spesifikasinya berbeda, tetapi kedelapan alat tersebut masih bisa digunakan untuk keperluan industri. Jika Anda tertarik untuk membeli alat pengukur aliran fluida, sebaiknya simak penjelasan di bawah ini.

Berikut penjelasan singkat mengenai kedelapan jenis alat uji yang perlu diketahui,

Electromagnetic Flow Meter

Alat ini diketahui memakai prinsip induksi elektromagnetik yang mengukur aliran fluida. Alat ukur memiliki dua elektroda yang dipasang pada dinding pipa dan medan magnet. Kedua fitur alat tersebut menghasilkan tegangan listrik yang proporsional dengan laju aliran fluida.

Cara kerjanya menggunakan Hukum Induksi Faraday, di mana arus tegangan listrik itu menyatu bersama fluida. Sekilas, Anda tidak akan melihat apa-apa saat melihat aliran sungai atau got. Tapi sebenarnya, ada arus listrik yang mengalir di dalam aliran tersebut dari ujung ke ujung.

Ultrasonic Flow Meter

Ultrasonic Flow Meter

Selanjutnya ada alat yang memakai gelombang ultrasonik untuk mengukur laju aliran fluida. Alat ini memiliki dua sensor yang terpasang pada pipa, fungsinya untuk memancarkan dan menerima gelombang ultrasonik sebagai pengukur kecepatan aliran fluida.

Gelombang ultrasonik yang dipancarkan memiliki frekuensi lebih dari 20 kHz. Memanfaatkan prinsip Doppler untuk menghitung kecepatan rata-rata aliran fluida. Biasanya alat ini dipakai untuk memantau transfer minyak dan gas fiskal pada sebuah tangki pengiriman.

Positive Displacement Flow Meter

Ketiga, alat untuk mengukur volume fluida yang diukur dengan memompa cairan dari ruang kecil ke dalam alat ukur. Anda dapat menghitung jumlah fluida berdasarkan gerakan pompa, roda gigi, piston atau bilah yang diperlukan secara menyeluruh menyesuaikan kebutuhan.

Alat ini biasanya digunakan untuk menghitung fluida kental seperti minyak, bahan bakar, dan pelarut. Mekanismenya simpel, cairan menggeser komponen alat dan menyajikan data ukur. Data tersebut berasal dari perpindahan volume yang terjadi di dalam alat ukur.

Coriolis Mass Flow Meter

Alat pengukur aliran keempat yang menggunakan prinsip efek Coriolis untuk mengukur massa fluida. Alat ukur ini memiliki tabung yang bergetar di frekuensi tertentu saat fluida mengalir melaluinya dan perubahan akibat getaran menghasilkan pengukuran massa.

Selain massa, alat ini juga dapat mengukur densitas dan viskositas fluida. Selama ada getaran, alat ini akan terus mendeteksi kondisi fluida di dalamnya. Gaya puntir pada tabung sebanding dengan massa cairan atau gas, sehingga menimbulkan efek Coriolis di dalamnya.

Thermal Mass Flow Meter

Kelima, alat yang memanfaatkan prinsip perubahan suhu untuk mengukur laju aliran air. Alat ukur ini memiliki sensor suhu yang bisa membandingkan suhu fluida pada titik tertentu. Saat terjadi perubahan suhu dalam pipa, alatnya mendeteksi suhu saat cairan mengalir.

Alat ini terdiri dari sebuah pemancar dan sensor suhu yang terletak di bagian bawah. Sensor diletakkan di berbagai tempat sebagai suhu referensi dan suhu pendeteksi. Nantinya alat itu akan membandingkan perubahan suhu normal (referensi) dengan suhu yang baru.

Vortex Flow Meter

Keenam, alat ini menggunakan perubahan tekanan pada fluida saat melewati penghalang air berbentuk vorteks untuk mengukur laju aliran fluida. Dengan prinsip Von Karman, pusaran air akan membentuk ketika melewati rintangan dan di saat itulah fluida di deteksi tekanannya.

Alat ini digunakan untuk mengukur aliran cairan dengan akurasi yang tinggi. Biasanya terbuat dari baja tahan karat, sensor vortex dan elektronik pemancar. Perubahan tekanan air menjadi metode yang tepat untuk mengetahui bagaimana kondisi air tersebut.

Insertion Flow Meter

Lalu ada juga alat sederhana yang dipasang dengan cara dimasukkan ke dalam pipa. Tujuan alat itu dimasukkan yaitu untuk mengukur laju aliran dengan memantau tekanan atau gerakan benda yang terpasang pada alat ukur. Jenis ini lebih simpel karena cara kerjanya sederhana.

Turbine Meter

Terakhir adalah alat dengan turbin atau baling-baling sebagai pendeteksi gerakan. Anda bisa mengetahui kondisi aliran fluida ketika air menggerakkan turbin tersebut. Tentu saja alat ini lebih simple dibandingkan ketujuh jenis lainnya, karena menggunakan prinsip gerakan.

Dengan kedelapan alat di atas, Anda bisa mendeteksi aliran fluida secara akurat. Untuk membeli alat pengukur aliran fluida, kunjungi https://darmasakti.com/. Sebagai salah satu penyedia alat uji lingkungan, PT. Darma Sakti Adisaputra menawarkan produk lengkap berkualitas.

Semua produknya sudah berstandar negeri sehingga terjamin kualitasnya. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa berkonsultasi dari WA di 08112244828 atau email pt.darmasakti@gmail.com. Dapatkan berbagai macam jenis Flow Meter berkualitas hanya di Darmasakti Group.

Baca juga: Mengenal Gas Detector sebagai Alat Uji Lingkungan

Harga Flow Meter Terbaik